Apa Itu Penyakit Kuning?

Apa Itu Penyakit Kuning? Ini 8 Hal yang Perlu Kamu Kenali

Apa Itu Penyakit Kuning? Biasanya, jika hepatitis dan sirosis hati dengan beralihnya pigmen warna kulit dan bola mata jadi kuning.

Dikatakan sebagai penyakit kuning, kenyataannya hepatitis bukan salah satu factor pemicu perombakan warna kuning di badan.

Bisa dirasakan seluruh orang pada tiap umur, dari bayi sampai dewasa, harus dipahami jika penyakit kuning bukan penyakit kulit dan tidak beresiko. Tetapi, sebab penyakit kuning umumnya adalah tanda-tanda penyakit terminal, karena itu harus segera diatasi.

Baca Juga: Anda Mempunyai Tekanan Darah Tinggi

Seperti masalah yang lain, apa itu penyakit kuning bisa juga dihindari. Yok, kenali tanda-tanda, pemicu, tipe, penyembuhan, dan langkah penjagaan penyakit kuning yang tidak hanya tanda-tanda dari hepatitis ini.

  1. Apa itu penyakit kuning?

Merilis Medical News Today, penyakit kuning atau jaundice ialah keadaan badan berbeda warna jadi kekuningan, dari kulit sampai bola mata. Dikenal juga selaku ikterus, penyakit kuning dikarenakan oleh tingginya kandungan bilirubin, yakni “sampah kuning” pada saluran darah sesudah zat besi dikeluarkan dari darah. Bagaimana dapat?

Hati bekerja menyaring darah. Waktu bilirubin capai hati, senyawa kimia lain juga melekat, membuatnya bilirubin terkonjugasi. Hati selanjutnya hasilkan empedu dan bilirubin terkonjugasi itu masuk di empedu untuk tinggalkan badan melalui tinja atau urine. Itu kenapa tinja dan urine warna cokelat atau kuning.

Namun, bilirubin yang kebanyakan dapat bocor ke jaringan sekelilingnya, dari kulit sampai bola mata. Oleh karenanya, penyakit kuning bisa disebutkan hiperbilirubinemia.

  1. Tipe dan pemicu penyakit kuning

Mengambil sumber dari Cleveland Clinic dan Healthline, penyakit kuning digolongkan berdasar step waktu hati mengisap dan memfilter bilirubin, yakni:

  • Pra-hepatik: saat sebelum masuk di hati. Pergerakan hemolisis sampah darah jadi bilirubin jadi begitu cepat, hingga bilirubin “ambyar” ke jaringan yang lain. Ini berasal dari penyakit malaria, talasemia, reabsorpsi iritoma besar (mampetnya darah di bawah kulit) dan anemia hemolitik (sel merah remuk bisa lebih cepat dari semestinya).
  • Hepatik: waktu masuk di dalam hati. Saat jaringan hati terluka (dikenali selaku sirosis), hancur, atau mungkin tidak berperan, hingga tidak efisien dalam memfilter bilirubin dari darah. Keadaan ini berasal dari kanker hati, leptospirosis, infeksi virus (khususnya hepatitis), penyakit autoimun, konsumsi alkohol, kecacatan genetik, dan konsumsi beberapa obat spesifik.
  • Pasca-hepatik: keluar dari dalam hati dan karena mampetnya atau obstruksi aliran empedu di hati. Keadaan itu dikarenakan oleh batu empedu, inflamasi atau bengkak kantong empedu, kanker kandungan empedu, dan tumor di pankreas.

Kecuali tipe dan pemicunya, beberapa sindrom genetik juga bisa mengakibatkan penyakit kuning, misalnya:

  • Sindrom Gilbert: keadaan turunan yang mengusik kekuatan enzim di hati untuk mengolah ekskresi empedu.
  • Sindrom Crigler-Najjar: keadaan turunan yang menghancurkan enzim detil untuk mengolah bilirubin.
  • Sindrom Dubin-Johnson: penyakit kuning turunan yang mengusik proses ekskresi bilirubin terkonjugasi dari beberapa sel hati.

Bahkan juga, ada “penyakit kuning semu” atau pseudojaundice. Keadaan yang tidak beresiko atau berkaitan dengan penyakit ini karena bukan lantaran bilirubin, tetapi tingginya kandungan beta-karoten di badan sebab mengonsumsi makanan seperti wortel, labu, dan melon terlalu berlebih.

  1. Beberapa gejala penyakit kuning

Sering penyakit kuning tidak mempunyai tanda-tanda tentu, hingga kerap kali keadaannya teridentifikasi tidak menyengaja waktu memeriksa diri ke dokter. Tingkat keparahan penyakit kuning bergantung dari penyakit pengantar dan berapa kronis penyakit itu.

Bila kamu menanggung derita penyakit kuning periode pendek yang umumnya berasal dari infeksi virus atau bakteri, kamu kemungkinan alami beberapa gejala berikut ini:

  • Perubahan warna kulit dan sisi putih mata jadi kuning, umumnya diawali pada kepala dan menebar ke semua badan;
  • Demam;
  • Panas dingin;
  • Sakit perut;
  • Gejala serupa flu;
  • Perubahan warna kulit; dan
  • Urine warna gelap dan/atau feses warna pucat.

Jika penyakit kuning tidak karena infeksi virus atau bakteri dan dirasakan periode panjang, umumnya tanda-tandanya ditambahkan pengurangan berat tubuh dan gatal-gatal (pruritus).

Bila penyakit kuning berasal dari kanker pankreas atau kanker aliran empedu, tanda-tanda yang umum ialah sakit di perut. Kadang, kamu kemungkinan alami penyakit kuning yang berkaitan dengan masalah hati bila kamu alami tanda-tanda:

  • Hepatitis akut atau radang hati;
  • Pyoderma gangrenosum (semacam penyakit radang kulit);
  • Hepatitis A, B, atau C akut; dan
  • Polyarthralgias (radang persendian).
  1. Penyakit kuning pada bayi

Penyakit kuning ialah permasalahan kesehatan umum pada bayi baru lahir. Seputar 60 % bayi baru lahir alami penyakit kuning, dan 80 % bayi prematur yang lahir 37 minggu sebelum waktunya persalinan. Penyakit kuning pada bayi umumnya akan memperlihatkan tanda-tandanya dalam 72 jam sesudah persalinan.

Merilis Medical News Today, keadaan ini lumrah sebab sel darah merah (eritrosit) pada tubuh bayi kerap hancur dan ditukar, hingga produksi bilirubin semakin banyak. Disamping itu, organ hati bayi belum berkembang prima, hingga kurang efisien dalam memfilter bilirubin dari badan. Menurut American Liver Foundation, tanda-tanda kuning pada bayi umumnya akan raib dalam 1-2 minggu.

Tetapi, bayi dengan kandungan bilirubin yang begitu tinggi membutuhkan perawatan dengan transfusi darah atau fototerapi di inkubator atau dijemur matahari. Kecuali factor biologis seperti kelahiran prematur, mengambil sumber dari Mayo Clinic, ada faktor-faktor klinis lain pemicu tingginya kandungan bilirubin pada bayi, misalnya:

  • Perdarahan intern (hemorrhage);
  • Memar waktu persalinan;
  • Infeksi dalam darah bayi (sepsis);
  • Infeksi bakteri atau virus lainnya;
  • Ketidakcocokan kelompok darah di antara ibu dan bayi;
  • Malfungsi hati;
  • Faktor pemberian atau kekurangan ASI;
  • Atresia bilier, satu keadaan aliran empedu bayi mampet atau terluka;
  • Kekurangan enzim untuk mengolah bilirubin;
  • Anemia hemolitik.

Untuk mengetes penyakit kuning pada bayi, dikerjakan test darah. Contoh darah diambil dari jemari kaki bayi. Bila begitu tinggi, karena itu perlu dikerjakan penyembuhan. Penyembuhan penting sebab jika kandungan bilirubin pada bayi baru lahir begitu tinggi, hal itu bisa mengakibatkan kerusakan otak tetap atau kernikterus.

  1. Ukuran bilirubin untuk penyakit kuning

Tingkat bilirubin dipastikan dalam test bilirubin, lewat test darah. Sama namanya, test ini menghitung kandungan bilirubin tidak terkonjugasi, aspek terpenting munculnya penyakit kuning. Kandungan bilirubin diukur dalam miligram per desiliter (mg/dL).

Orang dewasa dan anak yang cukup umur harus berkadar di antara 0,3 dan 0,6 mg/dL. Seputar 97 % bayi yang lahir sesudah 9 bulan kehamilan berkadar bilirubin yang lebih rendah dari 13 mg/dL. Bila mereka memperlihatkan tingkat yang semakin tinggi dari ini, mereka umumnya ditunjuk untuk pengecekan selanjutnya.

  1. Analisis penyakit kuning

Dokter umumnya akan memeriksa kisah kesehatan pasien, memeriksa keadaan fisik, dan memeriksa tingkat bilirubinnya. Pengujian umumnya berpusat di wilayah perut dan memeriksa adakah tumor dan struktur hati. Bila hati sedikit keras, itu mengisyaratkan sirosis; bila hati keras bak batu, itu mengisyaratkan kanker hati.

Menurut Healthline dan Medical News Today, beberapa test yang dapat dikerjakan untuk memeriksa keterikatan penyakit kuning dengan keadaan klinis lain, misalnya:

  • Tes peranan hati: test darah untuk menghitung kandungan protein dan enzim spesifik yang dibuat hati.
  • Tes kalkulasi darah komplet (CBC): test darah untuk menghitung kandungan eritrosit, sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit) dalam tentukan anemia hemolitik.
  • CT-scan: pencitraan intern untuk mengenali keadaan abdomen atau perut. Disamping itu, MRI dan USG dapat dikerjakan.
  • Biopsi hati: test dengan keluarkan contoh kecil jaringan hati untuk dicheck.
  • Tes hepatitis: test untuk pastikan ada infeksi hepatitis pada hati.
  1. Penyembuhan penyakit kuning

Perawatan untuk penyakit kuning bergantung pada pemicu pengantar. Oleh karenanya, penyembuhan penyakit kuning umumnya lebih memprioritaskan penyakit pengantar dibanding tanda-tanda penyakit kuning tersebut.

Merilis Cleveland Clinic menjelaskan jika penyakit kuning ke orang dewasa tidak demikian membutuhkan perawatan, terkecuali bila berlangsung pada bayi. Diambil dari Medical News Today perawatan-perawatannya meliputi:

  • Penyakit kuning yang karena anemia bisa diobati dengan tingkatkan jumlah zat besi pada darah dengan konsumsi suplemen zat besi atau konsumsi semakin banyak makanan kaya zat besi.
  • Penyakit kuning yang berasal dari hepatitis membutuhkan obat antivirus atau steroid.
  • Penyakit kuning sebab obstruksi aliran empedu diobati dengan mengusung pemicu obstruksi lewat operasi.
  • Jika penyakit kuning berasal dari pemakaian obat, karena itu penyembuhan bisa dirubah.

Upayakan untuk diskusi sama dokter berkenaan penyembuhan penyakit kuning dan penyakit pengantarnya. Bila waktu konsumsi obat spesifik kamu alami efek, tidak boleh sangsi untuk melapor ke dokter supaya penyembuhan bisa disamakan.

  1. Penjagaan penyakit kuning

Karena jumlahnya pemicu penyakit kuning (terhitung penyakit genetik), karena itu penangkalannya juga lebih diorientasikan pada gaya hidup yang sehat untuk jaga peranan hati. Beberapa tips-nya diantaranya:

  • Jangan sampai terserang hepatitis;
  • Jangan kebanyakan konsumsi alkohol;
  • Jaga berat tubuh supaya tidaklah sampai kegemukan dengan skema makan sehat dan olahraga rutin; dan
  • Jaga kandungan cholesterol.

Itu bukti-bukti berkenaan pemicu, tipe, tanda-tanda, penyembuhan, dan penjagaan penyakit kuning selaku sinyal masalah di hati. Sebab penyakit kuning umumnya ialah tanda-tanda penyakit lain, penyembuhan yang konsentrasi pada keadaan klinis yang memicunya. Kamu dapat menghindarinya dengan hidup sehat supaya peranan hati masih terlindungi.

Ke orang dewasa, penyakit kuning kemungkinan bisa dihindari. Sesaat, untuk bayi, penyakit kuning ialah hal yang lumrah dan bisa diobati atau raib sendirinya. Namun, bila telah terlalu kronis, selekasnya mencari bantuan klinis supaya tidak sampai menyesal di masa datang.